Kamis, 13 Oktober 2016

Pengertian Database dan Menurut Para Ahli



Pengertian database adalah 
Sekumpulan data yang sudah disusun sedemikan rupa dengan ketentuan atau aturan tertentu yang saling berelasi sehingga memudahkan pengguna dalam mengelolanya juga memudahkan memperoleh informasi. Selain itu adapula yang mendefinisikan database sebagai kumpulan file, tabel, atau arsip yang saling terhubung yang disimpan dalam media elektronik.
Basis data menjadi penting karena dapat mengorganisasi data, menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit.Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system | DBMS).
DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna database (database user) untuk memelihara, mengontrol dan mengakses data secara praktis dan efisien.

Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS yaitu
·         mengolah pendefinisian data,
·         menangani permintaan pemakai untuk mengakses data,
·         memeriksa sekuriti dan integriti data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator),
·         menangani kegagalan dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun disk
·          menangani unjuk kerja semua fungsi secara efisien.

Tujuan utama dari DBMS adalah
 untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada pengguna. Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana data disimpan, dipelihara dan tetap bisa diambil (diakses) secara efisien. Pertimbangan efisien di sini adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks tetapi masih tetap bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa mengetahui kompleksitas strukturnya.

Pengertian Database Menurut Para Ahli
Adapun pengertian database menurut para ahli akan dijelaskan berikut ini:
1.       C. J. Date 
                menyatakan bahwa database ialah suatu data operasional yang hanya digunakan oleh sistem sebuah aplikasi dari suatu pengorganisasian.
2.       S. Atre 
                menjelaskan bahwa database ialah sekumpulan data yang saling berkaitan antara satu dengan yang lain dengan penggunaan yang beraneka ragam.
3.       Gordon C. Everest. 
                Menurutnya database ialah sekumpulan data bersifat mekanis, terdefinisi dan terbagi secara formal pada suatu pengorganisasian.
4.       Toni Fabbri 
                mengemukakan database sebagai suatu sistem file yang dapat terintegrasi dan paling tidak memiliki satu primary key untuk pengulangan data.
 

Pembagian basis data menurut jenisnya:

1.       Basis data flat-file.
        Basis data flat-file ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah. Pada dasarnya, mereka tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. . Basis data flat-file baik digunakan untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk menyimpan data semacam itu. Beberapa kendala dalam menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi dan juga adanya duplikasi data yang mungkin sulit dihindari. Salah satu tipe basis data flat-file adalah file CSV yang menggunakan pemisah koma untuk setiap nilainya.

2.       Basis data relasional.
          Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata "relasional" berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang berada di basis data dapat dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan karena keunggulannya. Beberapa kelemahan yang mungkin dirasakan untuk basis data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi dan proses pencarian informasi yang lebih lambat karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel. Beberapa contoh basis data relasional adalah Microsoft Access, MySQL.

Manfaat Penggunaan Database

1.       Kecepatan dan Kemudahan
                Database memiliki kemampuan dalam menyeleksi data sehingga menjadi suatu kelompok yang terurut dengan cepat. Hal inilah yang ahirnya dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan secara cepat pula. Seberapa cepat pemrosesan data oleh database tergantung pula pada perancangan databasenya.

2.       Pemakaian Bersama-sama
                Suatu database bisa digunakan oleh siapa saja dalam suatu perusahaan. Sebagai contoh database mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi dibutuhkan oleh beberapa bagian, seperti bagian admin, bagian keuangan, bagian akademik. Kesemua bidang tersebut membutuhkan database mahasiswa namun tidak perlu masing-masing bagian membuat databasenya sendiri, cukup database mahasiswa satu saja yang disimpan di server pusat. Nanti aplikasi dari masing-masing bagian bisa terhubung ke database mahasiswa tersebut.

3.       Kontrol data terpusat
                Masih berkaitan dengan point ke dua, meskipun pada suatu perusahaan memiliki banyak bagian atau divisi tapi database yang diperlukan tetap satu saja. Hal ini mempermudah pengontrolan data seperti ketika ingin mengupdate data mahasiswa, maka kita perlu mengupdate semua data di masing-masing bagian atau divisi, tetapi cukup di satu database saja yang ada di server pusat.

4.       Menghemat biaya perangkat
                Dengan memiliki database secara terpusat maka di masing-masing divisi tidak memerlukan perangkat untuk menyimpan database berhubung database yang dibutuhkan hanya satu yaitu yang disimpan di server pusat, ini tentunya memangkas biaya pembelian perangkat.

5.       Keamanan Data
                Hampir semua Aplikasi manajemen database sekarang memiliki fasilitas manajemen pengguna. Manajemen pengguna ini mampu membuat hak akses yang berbeda-beda disesuaikan dengan kepentingan maupun posisi pengguna. Selain itu data yang tersimpan di database diperlukan password untuk mengaksesnya.

6.       Memudahkan dalam pembuatan Aplikasi baru
                Dalam poin ini database yang dirancang dengan sangat baik, sehingga si perusahaan memerlukan aplikasi baru tidak perlu membuat database yang baru juga, atau tidak perlu mengubah kembali struktur database yang sudah ada. Sehingga Si pembuat aplikasi atau programmer hanya cukup membuat atau pengatur antarmuka aplikasinya saja.

Mengapa perlu database (Sutanta, 2004)                                 
a.      Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
b.      Mengurangi duplikasi data ( data redudancy )
c.      Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
d.      Salah satu komponen penting dalam sistem informasi karena merupakan dasar  dalam menyediakan informasi.

Komponen Basis Data Rasional
a) Tabel, Kolom dan Baris
                Tabel adalah merupakan salah satu bentuk penyimpangan data dalam basis data relasional.

  •  Adapun sifat yang dimiliki oleh sebuah tabel adalah:
                1) Perpotangan antara sebuah baris dengan sebuah kolom hanya berisi satu nilai.
                2) Baris-baris dalam tabel tidak memiliki urutan secara khusus

b) Kunci utama (Pimary Key)
                Kunci utama dari sebuah tabel adalah sebuah kolom atau kombinasi dari beberapa kolom yang dapat digunakan sebagai pengidentifikasi satu-satu dari baris-baris  data yang terdapat pada sebuah tabel. Dengan kata lain, dua baris yang berbeda dalam satu table tidak akan mempunyai nilai kunci utama yang sama.

c) Kunci kandidat (Candidat Key)
                Sebuah table dapat memiliki lebih dari satu kolom yang dapat dijadikan menjadi kunci utama. Kolom-kolom atau kombinasi-kombinasi dari beberapa kolom itu yang disebut dengan kunci kandidat (Alternatif Key).

d) Kunci Asing (Foreign Key) 
                Kunci Asing adalah sebuah kolom yang terdiri dari beberapa kolom dalam sebuah table yang populasinya merupakan dari populasi tabel lain yang merupakan tabel asal (Domain Table).

Tipe Database
Adapun tipe database ada sekurang-kurangnya 12 tipe, yaitu antara lain:

1.                   Analytical Database
                Analytical database, yang merupakan database untuk menyimpan informasi dan data yang diambil dari operasional dan eksternal database. Database ini terdiri dari data dan informasi yang diringkas dan paling banyak dibutuhkan oleh suatu organisasi manajemen maupun End-user lainnya
.
2.                   Operational Database
                ialah database yang menyimpan data secara rinci yang dibutuhkan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Biasa juga disebut dengan SADB (subject-area databases), transaksi, dan produksi database. Contohnya seperti : database inventaris, database pribadi, database pelanggan, akuntansi database.

3.                   Distributed database
                merupakan kelompok kerja lokal database dan departemen di kantor-kantor dan lokasi kerja yang lainnya. Dalam database ini terdapat dua segmen yaitu user database dan operasional yang datanya digunakan dan duhasilkan hanya pada pengguna situs itu sendiri.  

4.                   Data warehouse
                Merupakan sebuah data warehouse yang menyimpan data dari tahun-tahun sebelumnya hingga saat ini. Data warehouse merupakan sumber utama data yang telah terintegrasi sehingga bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh para pengguna seluruh organisasi yang profesional. Perkembangan yang terjadi akhir ini dari data warehouse ialah dipergunakan sebagai Shared nothing architecture untuk mendukung dan memfasilitasi ekstrem scalling. 

5.                   End-user database
                yang terdiri dari file-file data yang dikembangkan dari end-user dalam workstation mereka. Contohnya berbagai koleksi dokumen dalam word processing, spreadsheet maupun download file.  

6.                   Real time database        
                merupakan sebuah sistem pengolahan yang dirancang dalam menangani beban kerja suatu negara yang bisa berubah-ubah, mengandung data terus menerus dan sebagian tidak berpengaruh terhadap waktu. database ini bermanfaat bagi orang-orang hukum, akuntansi, perbankan, multi media dan analisis dta yang ilmiah.  

7.                   Document oriented database
                yang merupakan salah satu program komputer yang dirangkai untuk sebuah aplikasi yang berorientasi pada dokumen. Sistem ini dapat diterapkan sebagai lapisan diatas database relasional maupun objek database.  

8.                   In memory database.
Database ini bergantung pada memori untuk penyimpanan data dalam sebuah komputer.  

9.                   Navigational database.
                Dalam navigasi database ini, queries menjumpai benda bagi yang mengikuti referensi dari objek tertentu.  

10.               Hypermedia database on the web
                merupakan sekumpulan halaman multimedia yang saling berkaitan dalam sebuah situs web, yang terdiri dari home page, dan hyperlink dari multimedia seperti gambar, teks, grafik audio dls.  

11.               External database.
                Adapun database tipe ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya pada pengguna akhir ataupun organisasi dari layanan komersial.  

12.               Relational database.
                Dari tahun 2009 rational database merupakan standar komputasi bisnis, dan database yang paling umum digunakan pada saat ini.

SUMBER:


http://www.jatikom.com/2016/07/12-tipe-dan-pengertian-database-menurut.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar